Sabtu, 03 Maret 2012

PSSI Ingin Timnas Ladeni Bahrain Lagi


VIVAbola - Masih tidak puas dengan kekalahan 0-10 yang dialami timnas pada Pra Piala Dunia (PPD) 2014, PSSI ingin Irfan Bachdim cs kembali menantang Bahrain dalam sebuah laga uji coba. Koordinator Timnas, Bob Hippy, mengaku sudah menyampaikan niat ini kepada Asosiasi Sepak Bola Bahrain.
"Kami ingin menggelar pertandingan kembali melawan Bahrain. Nanti biar kita semua tahu bagaimana pertandingan sebenarnya," ujar Bob Hippy di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat 2 Maret 2012.
Menurut Bob Hippy, pihak asosiasi sepak bola Bahrain juga sudah menghubungi PSSI mengenai usulan ini. Namun duel nanti hanya sebatas uji coba saja untuk mengasah kemampuan tim Merah Putih. 
Bob menambahkan kekalahan telak dari Bahrain telah membuat target PSSI untuk meningkatkan peringat FIFA meleset. Mantan pemain nasional tersebut mengatakan, PSSI saat ini tengah mengincar upaya lain untuk bisa merealisasikan rencana tersebut.
PSSI, menurut Bob, tahun ini memiliki target memperbaiki ranking FIFA. Hingga saat ini, Indonesia masih berada di ranking 146, dari 208 asosiasi anggota FIFA. Bob mengatakan, pihaknya ingin mendongkrak posisi itu setidaknya tiga sampai empat peringkat.
"Selain Bahrain, kami juga mendapat tawaran menggelar laga internasional melawan Aljazair, Timor Leste, Kamboja, dan juga Myanmar. Target kami Indonesia setidaknya peringkatnya naik 3-4 tingkat," ujar Bob. (ren)


(VIVAbola)

Anak-anak Punk Resahkan Warga Medan





Medan: Gerombolan anak-anak punk mulai meresahkan warga Kota Medan, Sumatra Utara, Senin (16/1). Bahkan, mereka juga merusak pemandangan kota yang sedang berbenah menjadi kota metropolitan.


"Mereka membuat resah warga yang sedang mengemudikan mobil, penumpang becak bermotor, dan mobil angkutan kota (angkot)," kata Hamid, warga Kota Medan.

Kedatangan anak-anak punk di Kota Medan berpenduduk 2,6 juta jiwa itu, menurut Hamid, tidak hanya menjadi beban bagi Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Medan, tetapi juga para pengguna jalan raya. Sebab, kelompok yang mengenakan busana asal jadi, rambut di cat putih, badan dipenuhi tato, dan bagian hidung dan kuping pakai kerabu terbuat dari paku, itu sering meminta dan memaksa pengemudi mobil agar memberikan uang.

"Kalau tidak diberikan, anak punk itu mengetok-ngetok kaca mobil. Bahkan ada juga yang sampai menggores mobil masyarakat yang lagi berhenti di lampu merah di persimpangan jalan protokol, seperti di Jalan Halat, Jalan Prof M Yamin dekat Aksara, daerah titi kuning Jalan AH Haris Nasution, Jalan Gagak Hitam (Rig Road), dan tempat lainnya," kata Hamid.

Hamid mengatakan, kegiatan atau praktik anak punk bergaya "ala pengamen" itu tidak pernah berhenti, meski pun Satpol PP Kota Medan sering melancarkan razia atau penertiban terhadap mereka yang sering mangkal di pinggiran jalan Kota Medan. Kelompok itu terus berganti-ganti dengan lain wajah dalam mengamen.

Di Jalan Halat Medan, misalnya, terlihat remaja pria dan wanita dengan berbagai gaya atau penampilan yang merusak pemandangan mata. "Kadang-kadang anak punk yang berdiri dan berkumpul di pinggiran Jalan Halat Medan berdua-duan seperti layaknya kedua sejoli yang sedang lagi pacaran. Hal seperti ini jelas mengganggu ketertiban umum dan menjadi tontonan bagi masyarakat," ujarnya.

Selain itu, jelasnya, tingkah laku yang dibawakan anak punk itu juga menyebalkan, serta "memuakkan" bagi warga yang melihat mereka. Anak punk itu juga tidak bermoral, serta berbicara dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh dan tidak enak di dengar kuping.

"Pemerintah Kota Medan diharapkan perlu kerja keras untuk menertibkan dan merazia anak punk itu. Bila perlu mereka yang diamankan itu dapat dibina agar bisa hidup mandiri, dan jangan lagi mengemis-ngemis di tengah jalan dan mengharapkan belasan dari orang. Ini jelas sangat memalukan," kata Hamid.(Ant/SHA)




(Liputan6.com)